Senyap Namun Jalan: Operasi PT Antam di Blok Mandiodo Kembali Hidup Tanpa Pemberitahuan Resmi

Koordinator bidang kajian kebijakan publik DPC Kipra Konut, Arman Sawali

TRENDSULTRA.ID, WANGGUDU- Aktivitas perusahaan tambang PT Antam,Tbk di Blok Mandiodo, yang kembali berjalan tanpa proses sosialisasi mendapat sorotan tajam dari Dewan Pimpinan Cabang Relawan Kipra (Kita Prabowo) Kabupaten Konawe Utara.

Koordinator bidang kajian kebijakan publik DPC Kipra Konut, Arman Sawali mengatakan bahwa PT Antam  melakukan aktivitas tanpa mekanisme sosialisasi,justru kemudian menimbulkan pertanyaan serius dari masyarakat.

lebih lanjut, bahwa cara kerja yang tertutup seperti ini sering dianggap sebagai pola bisnis kapitalis yang lebih mengedepankan kepentingan operasional daripada komunikasi publik.

“Sebagai BUMN, PT Antam, seharusnya menerapkan prinsip keterbukaan, partisipasi masyarakat, dan koordinasi dengan seluruh stakeholder. Namun ketika operasi pertambangan dilakukan secara “senyap”, persepsi publik pun bergerak ke arah bahwa  GM PT Antam,Tbk UBPN Konawe Utara mengadopsi gaya korporasi kapitalisti, yang memprioritaskan produksi dan keuntungan, sementara proses dialog sosial justru diabaikan,” katanya melalui rilis pers, pada Rabu (3/12/2025)

Hal ini menjadi sebuah pertanyaan, apa urgensi yang membuat operasi pertambangan PT Antam,TBK di Blok Mandiodo dimulai secara diam-diam?

“Kritik ini bukan tuduhan, tetapi seruan agar BUMN kembali ke esensi misinya: bekerja untuk rakyat, bukan mengulang praktik-praktik tertutup yang justru melemahkan kepercayaan masyarakat Konawe Utara,” pungkasnya

Ia menegaskan relawan Kipra Konut, menyerukan dengan tegas kepada seluruh masyarakat Konawe Utara untuk bangkit dan melawan kesewenang wenangan BUMN PT Antam,UBPN Konawe Utara.

“Karena PT Antam bukanlah milik Direksi melainkan milik negara yang semestinya di kelolah secara adil, transparan untuk kepentingan rakyat Konut,” ujarnya

 

 

 

Penulis: Redaksi